Postingan

Parsih dan Jalanan Pukul 3 Pagi

Gambar
Mas Damar tidak pernah mengeluh ketika harus dibangunkan dekat pukul 3 pagi oleh suara mesin motor kharisma Parsih yang menggeber dan berisik, hanya satu kegelisahan mas Damar tiap pagi, yaitu ketika Parsih bertindak gegabah yang bisa jadi karena gelisah, atau memang karena masih lelah. Ketika Parsih gegabah pasti pecah keheningan di rumah petak mereka, bisa jadi karena perabot ada yang jatuh, suara langkah kaki yang diburu waktu, atau bahkan bisa jadi sebatas Parsih yang tidak sabar membuka pintu dan membuatnya bersuara decit yang memang perlu dikasih oli. “Parsih, sabar sebentar, tenangkan dirimu, pagi nanti Baldan dan Samri harus sekolah, jangan sampai mereka tidak fokus belajarnya karena kita orang tua tidak memberi mereka hak istirahat yang layak” Mas Damar tidak pernah mengeluh karena kepentingannya sendiri, semua untuk kepentingan keluarga begitu juga Parsih yang mengikat janjinya untuk terus memenuhi kebutuhan Baldan dan Samri. Parsih adalah kawannya jalanan tiap pukul 3 pa...

Review Buku Minhaj: Berislam dari Ritual hingga Intelektual

Gambar
  REVIEW BUKU   Judul                 : Minhaj : Berislam dari Ritual hingga Intelektual Penulis              : Hamid Fahmy Zarkasyi   Pertama-tama ijinkan penulis untuk kembali berbicara tentang buku kembali setelah sekian lama tidak membicarakan tentang buku kepada pembaca sekalian. Bukan berarti bahwa telah satu setengah tahun lamanya pribadi ini jauh dari buku, sama sekali tidak dan buku akan selalu menjadi hal yang paling dekat dalam pribadi penulis, yang berbeda adalah dengan berjalannya waktu dan dinamika rasa yang dinamis maka berbeda-beda pula cara mengapresiasi buku. Ada salah satu buku yang cukup panjang penulis simpan catatannya di jurnal pribadi karena sangat dekat dengan kebutuhan penulis, dan buku tersebut merupakan buku yang ditulis oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi dengan judul Minhaj. Memahami buku Minhaj adalah m...

Tenggelam dalam Langit Pengharapan Bagian Pertama

Gambar
Rangkayo, orang terbuang. Seorang laki-laki kurus dengan tinggi tiga perempat tombak orang-orang majapahit dulu, matanya yang kemerahan tampak berair, tiada pasti apakah itu karena lama berkalung duka ataukah karena memang lama dihanyut diatas perahu dan hanya memandang matahari. Sudah dua hari dua malam rang kayo menghiliri sungai kepetang hari, yang kelak disebut batanghari oleh anak beranaknya, disebut kepetang hari karena eloknya sungai tersebut ketika bertentangan dengan matahari sewaktu turun, tiap-tiap petang, setidaknya saat matahari tingginya sudah nampak hanya setiang diatas sungai, batanghari selalu mendapatkan cahaya baru, paduan warna petang itu berbeda dari kemarin, berbeda pula dengan esok. Begitu seterusnya tak pernah sama sepanjang tahun dan sepanjang abad. Tak seorang pun pelukis yang bisa meniru tarian warna sungai batang hari tiap petang tersebut, itulah kuasa Tuhan. Rangkayo adalah korban kedukaan dari langit pengharapan, Rangkayo tidak kurang masyhur ditempat as...

Membawa Pulang Pantai

Gambar
Sebenarnya, sejak pagi hari ini sudah ku niatkan untuk membawa pulang pantai, aku bahkan sudah menyiapkan kantong plastik besar sejak mau berangkat dan diletakkan di saku celana dengan lipatan yang rapi. Bahkan, akuarium di rumah pun juga sudah ku bersihkan, sudah ku gosok dan mengkilap agar pantai yang ku bawa pulang bisa langsung dipajang dan diperlihatkan ke orang-orang, apalagi orang tua di kampung juga pernah menitipkan pantai untuk dipaketkan ke rumah agar bisa dipamerkan ke orang-orang di pasar tentang bagaimana indahnya pantai selatan jawa. Pantai yang sudah kuincarkan untuk dibawa pulang sedang sepi, pada langkah pertama kedatanganku aroma laut langsung mendekap, pudar sudah minyak wangi yang disemprotkan tiga kali ke badanku pagi tadi digantikan aroma laut yang kering bercampurkan bau garam. Aku sengaja datang ke pantai pada siang hari, karena aku ingin membawa pulang pantai saat langit sedang biru-birunya, warna yang ku tau pasti akan terus memanjakan mataku kalau sedang l...

Orang Terusir

Gambar
Jika kawan berkenan, tolonglah dengar ceritaku, yang disangkakan orang akan menjadi buangan zaman. … Dengan sampainya kabar kepadaku dari seorang kontelir di kantornya, rasa kecewa menjadi sentimen paling besar dalam pribadiku waktu itu, aku berjuang dan kemudian dibuang. “Karena menyebarkan kebencian dan berbahaya bagi keamanan keamanan dan ketentraman umum menurut pasal 37 Indische Staatsregeling dan putusan Dewan Hindia” Pada akhirnya aku dan beberapa orang kawanku tak pernah mendapatkan tuduhan yang nyata, tidak ada pelanggaran lisan, maupun tulisan di surat kabar yang bisa dijadikan sebagai tuduhan yang bisa dihukum. Aku adalah korban kedurjanaan, kepulanganku dari negeri belanda untuk menjaga api perjuangan yang hampir padam saat Soekarno ditangkap belanda berbuah tuduhan palsu dan pengasingan ke tempat yang sangat jauh, yang banyak orang jawa dan melayu bahkan belum pernah melihatnya.. Sentimen kecewa lahir karena aku menghadapi keraguan dan penderitaan batin, apa gu...

Kecondongan Hati

Gambar
Tidak ada seorangpun, ketika Allah menciptakannya, Allah pula yang memberinya kecenderungan dan kebebasan memilih. Tak seorangpun tercipta kecuali ia memiliki potensi untuk menerima atau pula menolak sesuatu. Bila telah hilang potensi tersebut, tiada lagi berkecondongan, berarti ia telah kehilangan dirinya, kehilangan rahasia wujudnya. Ia seperti pohon kering yang daun-daunnya berguguran, tidak menghijau dan tidak hidup. Atau seperti pohon yang tidak berbuah, hidup tapi seperti mati. Ia tidak punya pengaruh dalam kehidupan karena hanya dapat mengambil tetapi tidak dapat memberi, tiada membawa manfaat, tiada pula berbekas, ibarat tunggul pohon yang telah mati. Ada sejumlah kalangan yang bukan nabi juga bukan syuhada, tetapi kedudukannya di sisi Allah membuat para nabi dan para syuhada iri hati. Mereka dapat menyingkap rahasia Allah dalam dirinya, yakni anugrah-anugrah indra: telinga, mata, dan hati. Mereka membangkitkan dan memeranginya dengan ibadah dan ketaatan, sehingga menyala dan...

Kata Orang tentang Badai

Gambar
Aku sedang menghadapi badai kawan… Hal yang paling dekat dengan siapapun itu ialah kematian, sedang hal yang paling jauh ialah waktu yang telah berlalu, dan aku ingin bercerita tentang waktu yang telah berlalu itu kawanku . *** Malam telah menebarkan selimut hitamnya di atas lembah-lembah, angin yang biasa bersahabat, yang bahkan siang sebelumnya sempat berpesan-pesan padaku saat ini sedang kalap dan menderu mencampur debu dan hujan hingga menjadikan perjalananku dilempar kesana-kemari. Pada saat itulah diriku yang seorang salik, yang memang hidupnya berasal daripada perjalanan-perjalanan dilempar jauh oleh badai, seperti dilemparnya nelayan yang patah kemudinya dan terampas tiang layarnya oleh buasnya lautan, patah sayap-sayapku malam itu. Kutemukan diriku selepas malam itu berada dalam kegamangan dan keputusasaan atas titian jalan yang telah kulalui, tiap setapak liar yang telah kubuat dalam perjalanan itu semua telah ditutup oleh karena badai sialan kemarin malam juga membaw...