Postingan

Tentang Siapa yang Lebih Baik

Gambar
Shalat berjamaah bersama keluarga menjadi suatu agenda wajib yang dinanti-nanti ketika pulang. Apalagi bagi anak rantau yang terbiasa shalat sendiri di kos, shalat berjamaah di rumah itu sudah seperti obat penenang untuk jiwa yang lelah berkutat dengan segala hal tentang perkuliahan. Mendengar Bapak melantunkan Al-Fatihah, berdoa bersama, dan salam-salaman dengan kondisi full team itu…..nikmat sekali. Alhamdulillah . فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"             Namun, ada sesuatu yang agaknya mengusikku di liburan ini. Beberapa kali kuperhatikan adikku perlu dimotivasi lebih untuk shalat tepat waktu. Usianya hampir 17 tahun, wajar saja kan kalau aku sebagai kakak was-was? Aku cuma takut kalau dia jadi terbiasa, sibuk ini-itu tapi lalai dengan kewajiban utamanya. Sebelum dia kuliah tahun depan, aku ingin dia sudah punya prinsip yang kuat tentang hal ini,...

Maling di Rumah Gedongan

Gambar
Rumah Mewahmu yang Diintai Pencuri      Namanya Nasruddin Hoja, tentu orang sudah sangat familial dengan nama ini. Seorang sufi Turki yang dikisahkan memiliki banyak cerita anekdot. Ceritanya begitu melegenda, di tulis kembali dalam berbagai versi sehingga mampu melintasi masa dan benua. Salah satu yang tekenal adalah kisah Nasruddin berikut ini : Suatu malam seorang pencuri memasuki rumah Nasrudin. Kabetulan Nasrudin melihatnya. Karena ia sedang sendirian saja, Nasrudin cepat-cepat bersembunyi di dalam peti. Sementara itu pencuri memulai aksi menggerayangi rumah. Sekian lama kemudian, pencuri belum menemukan sesuatu yang berharga. Hingga akhirnya ia membuka peti besar, dan memergoki Nasrudin yang bersembunyi. "Aha!" kata si pencuri, "Apa yang sedang kau lakukan di sini?" "Aku malu, karena aku tidak memiliki apa-apa yang bisa kau ambil. Itulah sebabnya aku bersembunyi di sini."      Diantara mengajak dan mengingatkan, cerita anekdot ini me...

How a Journey Completes Me

Gambar
Sebuah kisah pendakianku Travelling. It makes you lonely, then give you a friend. Offers you a hundred roads to adventure, and gives your heart wings. It leaves you speechless then turn you into a storyteller. Give you a home in a thousand strange places, then leaves you a stranger in your own land. And all you do is take the first step.  –Ibnu Battutah    Aku bukan pendaki tangguh, bukan juga yang paling berani. Aku hanya seorang pengelana yang ingin berlabuh tuk mencipta kisah dan kasih. Kisah yang ingin kutulis untuk anak cucuku kelak, terutama untuk diriku sendiri yang sering mengeluh. Yang masih gagap bersapa dengan masalah, dan kasih kepada ibu pertiwi, alam dan masyarakat Indonesia. Gunung tidak membuat kita melupakan masalah. Gunung hanya membuat kita merasa bahwa segala masalah tidak lagi berarti.  – Fiersa Besari    Mendaki adalah perumpamaan hidup yang bisa kujadikan pengingat agar tak lengah meniti kehidupan ini. Karena bagiku...

Pribadi Pemberani

Gambar
Beranilah Pernah diri ini menyimpan tanya. Siapakah pemberani itu ? apakah arti keberanian ? berani berkelahi, mengadu tinju ? apakah sudah bisa disebut berani ? apakah tentara di medan perang semuanya insan pemberani ? bukankah pengecut pun juga bisa menghadapi musuh dengan tangan memegang bedil, meski mengigil ? tetapi banyak pula pejuang kemerdekaan berani menghadap musuh meski hanya berbambu runcing. Pribadi yang berani adalah yang sanggup menghadapi segala kesulitan atau bahaya dengan tidak kehilangan akalnya Berani bukan tentang siapa, tidak hanya di medan perang keberanian terukur, bukan saja nelayan ikan dengan perahu kecil menghadap ombak dan gelombang besar yang harus berani, melainkan semua orang harus berani berjalan dan hidup. Hidup adalah rantai kesulitan yang sambung menyambung, tak dapat dielakkan bahwa hidup selalu berisi kesulitan. Kesulitan tak dapat ditolak dan hanya dapat dilalui dengan hati yang tabah. Dan disitulah keberanian menunjukkan kesanggupan manu...

Mereka yang Telah Tinggi, Tak Perlu Meninggi

Gambar
“Ia nan telah tinggi, tak peduli seberapa tinggi ia berdiri“ Apa yang seseorang perlukan adalah apa yang tak ia miliki. Maka dia yang gemar dihormati adalah yang masih kekurangan kehormatan, Sedang diri yang terhormat, tak pernah peduli akankah ia diberi. Dalam suatu dialog antara Mahatma Gandhi dan professor Peter dalam rencana ingin mempermalukan Gandhi, prof. Peter memberikan sebuah pertanyaan dilematis kepada Gandhi “andai kamu yang saat sedang berjalan tiba-tiba menemukan paket berisi satu tas penuh uang dan satu tas penuh dengan kebijaksanaan. Mana yang kamu pilih ?” tanpa ragu Gandhi menjawab “satu tas penuh uang”. Dengan senyum sinis dan rencana ingin mempermalukan Gandhi prof. Peter berkata “jika itu aku… maka aku akan mengambil kebijaksanaan” dengan sederhana Gandhi menjawab bahwa seseorang itu mengambil apa yang tidak dia punya prof. Peter. Maka kenalilah, wahai diri, apa-apa yang kau perlukan. Semakin tinggi tumbuh jiwamu, sejatinya semakin tak perlu pada apa-...

Inikah yang Namanya Cinta

Gambar
Inikah Namanya Cinta ? . Cinta lagi cinta lagi. Hmm, basi!! Entah apakah kau masih peduli. Bisa jadi sudah tak kau pikirkan lagi. Mungkin kau takut, nantinya kan kembali berakhir sakit hati. Atau mungkin, hatimu sudah berpaling, dan tak tahu arah kembali. . Haha, emang kau mengerti tentang cinta? Tentang perasaan yang semakin mendamba? Atau rindu yang tak ada ujungnya? Atau cemburu yang datang tiba-tiba? Ah, semua kini bagimu mungkin terasa hampa. Semua hal yang ada hanya menimbulkan cua. . Mungkin kau pun juga bertanya-tanya, kenapa cinta tak seperti dulu. Tentang kenangan yang menyeruak dalam qalbu. Terasa hangat dan nyaman, entah siapa yang meramu. Hati pun yakin bahwa ini bukanlah hal yang semu. Lantas, inikah namanya cinta itu? . Terlalu remeh sebenarnya jika kepada manusia cinta ini bersandar. Hanya dengan buaian kata, dapat langsung dibuatnya tak sadar. Hanya dengan janji manis, padahal hanya sekedar sebuah kelakar. Toh, lama kelamaan juga akan pudar. Dan pada akhirnya s...

Amanah, Hanya Untuk Orang-Orang Kuat, atau Penguat Diri ?

Gambar
Menyortir Amanah “Amanah tak pernah memanggil orang hebat, tapi amanah menghebatkan orang yang terpanggil”. Kalimat singkat yang pernah disampaikan oleh mas Narendra Rangga Reswara pada diskusi online di grup Keluarga Inspirasia BEM FK-KMK UGM beberapa waktu lalu. Bagi para pengikut diskusi online yang sedang terkantuk-kantuk pasti akan mendadak melek dan mencoba memahami kalimat tersebut, luar biasa makjleb sekali kalimat ini. Pengemban amanah yang mana yang tak merasa hebat kala kalimat itu dilontarkan? Mungkin kita semua sempat melambung tinggi, jauh hingga menembus langit ke tujuh, kemudian mengitari angkasa raya, yang dikelilingi oleh jutaan bintang bertebar di hektaran langit Allaah yang maha luas (alay bet yahhh). Kita merasa hebat karena terlalu sering mendapatkan amanah yang tak jarang membuat orang-orang di   sekitar kita berpikir bahwa “ We’re the superman, busily productive ”. Namun pernahkah kita merenung dan mulai menerka kembali memori yang masih tersisa, m...