Postingan

Merayu Kepulangan Matahari

Gambar
  Tidak ada yang tau kapan persisnya tragedi tersebut terjadi, bisa dikatakan seluruh manusia di muka bumi telah lalai mengetahui bahwa matahari telah menghilang dari tata suryanya, pemimpin dari delapan planet telah pergi meninggalkan singgasananya. Apa yang selama ini dipahami manusia bahwa pagi adalah sebuah hantaran atas datangnya matahari dirusak pengertiannya dengan pagi yang tanpa seberkaspun sinaran matahari, ayam enggan berkokok meski arloji mekanik telah menunjukkan pukul sembilan pagi, tidak ada satupun yang mampu mengangkat dan melipat selimut malam agar bumi lepas dari gelap. Kemanakah matahari? Tujuh hari berlalu sejak tragedi paling gelap dalam sejarah manusia, telah disadari semua bahwa matahari tak hendak kembali pada ketataannya, seluruh akal pengetahuan telah dikerahkan untuk setidaknya kami ketahui bahwa matahari telah memilih untuk pergi dan bersinar saja pada suatu nebula yang jauh, tidak menyemburkan sinarnya kepada satupun manusia. Oh kawanku, dengarkanlah...

Tenggelam dalam Langit Pengharapan Bagian Kedua

Gambar
  Pengajaran engku haji ke rang kayo sudah selesai, padanya rang kayo belajar agama, diajarnya muamalah, ilmu tentang keadaan hati, khauf, raja’, ridha, keikhlasan dan kejujuran pada diri rang kayo, diajarnya sejarah peradaban, nabi-nabi, dan bagaimana sahabat menyiarkan islam, diajarnya hukum agar adil masyarakat disekitarnya. Engku haji sebenarnya tidak terlalu senang jika rang kayo hanya belajar padanya dan beberapa guru di ujung pulau, hendaknya rang kayo mengikut pada perjalanan ke mekkah dan madinah, tapi karena engku pun tau tentang qadar dianggapkannya bahwa perjalanan rang kayo saat inipun takdir Allah, tak bisa dicampuri, cukup diikhtiarkan dan ditawakkalkan. Dengan dianggap tuntasnya pembelajaran rang kayo, kembalilah rang kayo ke asalnya, sepucuk jambi sembilan lurah, di desanya batin duo belas, tempat paling berpengaruh daripada lurah lainnya, tempat ayahnya menjadi saudagar besar walaupun orang luar, tempat rajo paduko berhalo yang baru, datuk temenggu mato merah me...

Mencuri Sepertiga Malam

Gambar
Ditengah kesunyian malam yang mengerikan, ketika langit didekap selimut gelap dan matahari tidak menyisakan sedikitpun bias cahayanya, aku memperhatikan manusia memiliki perangainya sendiri, penguasa salah satu negri menghabiskan malamnya dengan pesta yang dihadiri famili dan manusia-manusia serakah yang hidup dari mengongkang-ongkangkan kakinya diatas rezeki orang lain, aku memperhatikan seorang ibu yang mengambil air rebusan beras dengan sangat hati-hati ke secerek cangkir dengan niat dapat menenangkan tangisan lapar manusia paling berisik di terataknya, beberapa pandanganku menangkap mereka yang pulas dalam tidurnya tidak ingin datangnya siang agar puas istirahatnya, ada yang geliat tidurnya justru tidak bersabar akan datangnya siang, bila kulemparkan pandanganku ke arah dengan cahaya paling hingar bingar malam itu maka ditampakkan padaku mereka yang masih memperharapkan untuk rezeki bahkan setelah raja siang matahari telah menuju pada sisi lain kehidupan, jangan tanya padaku bagaim...

Parsih dan Jalanan Pukul 3 Pagi

Gambar
Mas Damar tidak pernah mengeluh ketika harus dibangunkan dekat pukul 3 pagi oleh suara mesin motor kharisma Parsih yang menggeber dan berisik, hanya satu kegelisahan mas Damar tiap pagi, yaitu ketika Parsih bertindak gegabah yang bisa jadi karena gelisah, atau memang karena masih lelah. Ketika Parsih gegabah pasti pecah keheningan di rumah petak mereka, bisa jadi karena perabot ada yang jatuh, suara langkah kaki yang diburu waktu, atau bahkan bisa jadi sebatas Parsih yang tidak sabar membuka pintu dan membuatnya bersuara decit yang memang perlu dikasih oli. “Parsih, sabar sebentar, tenangkan dirimu, pagi nanti Baldan dan Samri harus sekolah, jangan sampai mereka tidak fokus belajarnya karena kita orang tua tidak memberi mereka hak istirahat yang layak” Mas Damar tidak pernah mengeluh karena kepentingannya sendiri, semua untuk kepentingan keluarga begitu juga Parsih yang mengikat janjinya untuk terus memenuhi kebutuhan Baldan dan Samri. Parsih adalah kawannya jalanan tiap pukul 3 pa...

Review Buku Minhaj: Berislam dari Ritual hingga Intelektual

Gambar
  REVIEW BUKU   Judul                 : Minhaj : Berislam dari Ritual hingga Intelektual Penulis              : Hamid Fahmy Zarkasyi   Pertama-tama ijinkan penulis untuk kembali berbicara tentang buku kembali setelah sekian lama tidak membicarakan tentang buku kepada pembaca sekalian. Bukan berarti bahwa telah satu setengah tahun lamanya pribadi ini jauh dari buku, sama sekali tidak dan buku akan selalu menjadi hal yang paling dekat dalam pribadi penulis, yang berbeda adalah dengan berjalannya waktu dan dinamika rasa yang dinamis maka berbeda-beda pula cara mengapresiasi buku. Ada salah satu buku yang cukup panjang penulis simpan catatannya di jurnal pribadi karena sangat dekat dengan kebutuhan penulis, dan buku tersebut merupakan buku yang ditulis oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi dengan judul Minhaj. Memahami buku Minhaj adalah m...

Tenggelam dalam Langit Pengharapan Bagian Pertama

Gambar
Rangkayo, orang terbuang. Seorang laki-laki kurus dengan tinggi tiga perempat tombak orang-orang majapahit dulu, matanya yang kemerahan tampak berair, tiada pasti apakah itu karena lama berkalung duka ataukah karena memang lama dihanyut diatas perahu dan hanya memandang matahari. Sudah dua hari dua malam rang kayo menghiliri sungai kepetang hari, yang kelak disebut batanghari oleh anak beranaknya, disebut kepetang hari karena eloknya sungai tersebut ketika bertentangan dengan matahari sewaktu turun, tiap-tiap petang, setidaknya saat matahari tingginya sudah nampak hanya setiang diatas sungai, batanghari selalu mendapatkan cahaya baru, paduan warna petang itu berbeda dari kemarin, berbeda pula dengan esok. Begitu seterusnya tak pernah sama sepanjang tahun dan sepanjang abad. Tak seorang pun pelukis yang bisa meniru tarian warna sungai batang hari tiap petang tersebut, itulah kuasa Tuhan. Rangkayo adalah korban kedukaan dari langit pengharapan, Rangkayo tidak kurang masyhur ditempat as...

Membawa Pulang Pantai

Gambar
Sebenarnya, sejak pagi hari ini sudah ku niatkan untuk membawa pulang pantai, aku bahkan sudah menyiapkan kantong plastik besar sejak mau berangkat dan diletakkan di saku celana dengan lipatan yang rapi. Bahkan, akuarium di rumah pun juga sudah ku bersihkan, sudah ku gosok dan mengkilap agar pantai yang ku bawa pulang bisa langsung dipajang dan diperlihatkan ke orang-orang, apalagi orang tua di kampung juga pernah menitipkan pantai untuk dipaketkan ke rumah agar bisa dipamerkan ke orang-orang di pasar tentang bagaimana indahnya pantai selatan jawa. Pantai yang sudah kuincarkan untuk dibawa pulang sedang sepi, pada langkah pertama kedatanganku aroma laut langsung mendekap, pudar sudah minyak wangi yang disemprotkan tiga kali ke badanku pagi tadi digantikan aroma laut yang kering bercampurkan bau garam. Aku sengaja datang ke pantai pada siang hari, karena aku ingin membawa pulang pantai saat langit sedang biru-birunya, warna yang ku tau pasti akan terus memanjakan mataku kalau sedang l...