Niatkanlah untuk Allah
Apa yang kau niatkan untuk Allah dan
akhirat, Allah mudahkan untukmu
Bismillahirrahmaanirrahim
Sudah lama tidak menulis diblog ini, ya namanya
kesibukan itu dekat sama dua tipe orang, yang pertama yang dengan kharismanya
meyakinkan orang-orang untuk memilih dia sebagai si pengemban amanah. Ada lagi
orang kedua, paling mungkin orang seperti saya, seorang yang gegabah, ceroboh
tapi kondisi menginginkan orang kedua untuk belajar, karena dengan belajar
harus dengan mencoba.
Seharusnya malam ini ialah waktu bagi saya
menyelesaikan tanggungan akademik hehe, laporan fisio harus segera dikirim ke
teman saya untuk di tulis tangan malam ini juga, laporan patologi klinis harus segera
ditulis malam ini juga, ujian cbt sudah dekat, tapi materi masih seperti debu
yang lama ngambangnya diudara baru kemudian mendarat, masih banyak lecture yang
harus dikejar. Itu semua demi nilai, agar saya tidak remidi di liburan semester,
agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga lebih lama, agar bisa mencari
hiburan tanpa HSC lebih lama. Entah mengapa berat untuk memulai, di pertengahan
selalu saja ada kabar tidak mengenakkan yang butuh gerak cepat. Tapi mengapa
amat berat ? ada saja beratnnya ? amanah lain juga berat menimpa pundak.
Mengapa ?
مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ﴿٢٠﴾
Barang siapa yang
menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan
barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya
sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di
akhirat. Q.S ASY-SYURAA (20)
Sebelumnya saya tidak terlalu mendalami ayat-ayat yang
seperti ini, mungkin saya yang bodoh, mengira bahwa ideal itu ialah meniatkan semuanya
demi akhirat dan dunia. Padahal tidak hanya sekali disebutkan al-qur’an
disebutkan lagi pada ayat lainnya yang bunyinya pun mirip. Mereka yang dengan
amal perbuatannya menginginkan dunia pasti selalu diberi oleh Allah SWT,
begitulah sifat pengasih Allah SWT, namun dia yang dengan amal perbuatannya
menginginkan akhirat, maka Allah akan lipatgandakan kebahagiaannya di akhirat,
allah lipatgandakan pahalanya dan diberikan bagiannya juga di dunia. Bodoh saya
dengan berpikir kalau niat itu dunia jangka pendeknya, akhirat itu jangka
panjangnya, padahal dengan meniatkan akhirat kita tak akan pernah kehilangan
pegangan di dunia.
Allah Azza wa`Jalla berfirman: “Dengan harta yang
telah Allah karuniakan padamu itu hendaknya kau cari (kebahagiaan) kampung
akhirat, namun jangan kau lupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik
padamu, dan janganlah kamu berbuat rusak d muka (bumi). Sesungguhnya Allah
tidak menyukai para pembuat kerusakan.” [QS. Al Qashash : 77]
Hal itu baru saya rasakan beberapa hari ini, sebut
saja saya sedang sibuk disebuah event yang butuh gerak cepat, koordinasi yang
banyak,dan lelah yang selalu datang. Selain itu sebuah event tidak boleh
menghalangi diri untuk belajar, dan ya kesibukan itu juga entah mengapa mau
saja datang ke orang tipe saya. Semua berjalan sangat berat, tak jarang tepar
di sofa asrama karena banyak berpikir menjadi solusi, padahal tepar itu kondisi
bukan solusi. Setelah lama ternyata ada amanah lain yang sangat meringankan
saya, merefresh akal ini. Sebuah kondisi tidak manusiawi terjadi di rohingnya,
saudara-saudara saya tidak dimanusiakan disana, entah mengapa kampus tercinta
ini mungkin sibuk sama tuntutan “proker”nya hingga tidak ada respon sama sekali
atas kondisi ini, hanya sebagian mencari tau lewat Instagram dan li(n)e.
semangat membara kami menggalang dana membuat saya lepas dari semua beban yang
niat awalnya dunia dan akhirat karena terbakar api semangat. Sebuah kegiatan
dimana saya bisa memberikan pelayanan kesehatan masyarakat pun membuat saya
semakin ringan dan bersemangat kembali.
Hai yang disana !
Mari bersama-sama perbaiki niat, lelah itu harus lillah,
semua yang diniatkan kepada Allah SWT akan selalu dimudahkan oleh sang
penguasa. Dia yang membolak-balikkan hati maka dengan mudah Dia angkat orang
yang Dia mau dari susahnya, dari sepinya, dari lelahnya.
Jika kau menginginkan dunia maka akan Allah berikan, jika
kau menginginkan akhirat maka akan Allah berikan dan Allah berikan juga sebuah
bagian di dunia.-Rizki Rinaldi
“Jangan lama-lama memikirkan apa yang salah. Sebaliknya, fokuslah pada apa yang dikerjakan selanjutnya. Curahkan energi Anda untuk bergerak maju mencari jawabannya.” – Denis Waitley
BalasHapusMasyaallah, terima kasih quote nya, sangat menyegarkan
Hapus