Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Tenggelam dalam Langit Pengharapan Bagian Pertama

Gambar
Rangkayo, orang terbuang. Seorang laki-laki kurus dengan tinggi tiga perempat tombak orang-orang majapahit dulu, matanya yang kemerahan tampak berair, tiada pasti apakah itu karena lama berkalung duka ataukah karena memang lama dihanyut diatas perahu dan hanya memandang matahari. Sudah dua hari dua malam rang kayo menghiliri sungai kepetang hari, yang kelak disebut batanghari oleh anak beranaknya, disebut kepetang hari karena eloknya sungai tersebut ketika bertentangan dengan matahari sewaktu turun, tiap-tiap petang, setidaknya saat matahari tingginya sudah nampak hanya setiang diatas sungai, batanghari selalu mendapatkan cahaya baru, paduan warna petang itu berbeda dari kemarin, berbeda pula dengan esok. Begitu seterusnya tak pernah sama sepanjang tahun dan sepanjang abad. Tak seorang pun pelukis yang bisa meniru tarian warna sungai batang hari tiap petang tersebut, itulah kuasa Tuhan. Rangkayo adalah korban kedukaan dari langit pengharapan, Rangkayo tidak kurang masyhur ditempat as...